Keutamaan Negeri Yaman

Diantara hikmah Allah, Allah melebihkan sebagian makhluknya di atas sebagian yang lain. Seperti bulan ramadhan sebaik-baik bulan, hari jumat sebaik-baik hari dalam seminggu, kota suci Makkah dan Madinah adalah kota yang paling Allah cintai. Semua ini karena hikmah Allah. Dan Allah memberikan karuniaNya kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

Demikian pula halnya dengan negeri Yaman, Allah ‘azza wa jalla, telah memuliakan negeri ini diantara negeri-negeri lainnya di dunia ini, (setelah Makkah dan Madinah). Penduduknya adalah orang-orang yang lembut hatinya, santun tutur katanya, dan cepat menerima kebenaran.

Ada beberapa ayat dalan Al Qur’an yang menerangkan makna ini. Dalam hadis-hadis Nabi shallallahu’alaihi wasallam, juga dijelaskan hal yang semakna. Mari simak rinciannya berikut ini.
Dalil dalam Al Qur’an, yang Menunjukkan Keutamaan Penduduk Yaman

Firman Allah Ta’ala,

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَن يَرۡتَدَّ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَسَوۡفَ يَأۡتِى ٱللَّهُ بِقَوۡمٍ۬ يُحِبُّہُمۡ وَيُحِبُّونَهُ ۥۤ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلۡكَـٰفِرِينَ يُجَـٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوۡمَةَ لَآٮِٕمٍ۬‌ۚ ذَٲلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُ‌ۚ وَٱللَّهُ وَٲسِعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas [pemberian-Nya] lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Maidah 54)

Ada beberapa pendapat ahli tafsir mengenai makna ayat ini. Ada yang menjelaskan bahwa kaum yang dimaksud dalam ayat di atas adalah kaum Anshor, ada yang mengatakan ;maksudnya adalah Abu Bakr As-Sidiq radhiyallahu’anhu, yang di masa kekhilafahan beliau, beliau memerangi orang-orang yang murtad.

Namun, pendapat yang lebih kuat mengenai identitas kaum yang disinggung dalam ayat di atas; sebagaimana dijelaskan oleh Imam al Qurtubi dalam tafsirnya, adalah penduduk negeri Yaman; kaumnya sahabat Abu Musa al Asy-‘asy’ari radhiyallahu’anhu.

“Turunnya ayat ini; terang Imam Al Qurtubi, berkenaan dengan kabilah yang bernama al Asy-‘ari. Dalam riwayat disebutkan: setelah ayat ini turun, beberapa rombongan kapal dari kabilah al Asy-‘ari dan kabilah-kabilah lainnya dari negeri Yaman, datang melalui jalur laut. Mereka adalah kaum muslimin yang tertindas di negerinya pada masa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam masih hidup. Merekalah yang berjasa dalam penaklukan negeri Irak (melalui perang Al Qodisiyyah) pada masa kekhilafahan Umar radhiyallahu’anhu.”

“Penafsiran ini, Imam al Qurtubi melanjutkan penjelasan, adalah penafsiran yang paling shahih mengenai makna kaum yang disebut dalam ayat di atas” (Tafsir al Qurtubi jilid: 8 hal: 52)

Imam Ibnu Jarir At Thobari rahimahullah juga menguatkan penafsiran ini. Sebagaimana yang beliau nyatakan dalam tafsir beliau,

وأولى الأقوال في ذلك عندنا بالصواب، ما روي به الخبر عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، أنهم أهل اليمن؛ قوم أبي مويى الأشعري.

“Menurut kami, pendapat yang lebih kuat mengenai penafsiran kaum yang dimaksudkan dalam ayat adalah sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah riwayat, yang bersumber dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, bahwa kaum tersebut adalah penduduk Yaman; kaumnya sahabat Abu Musa al Asy-‘aryi.” (Tafsir At Thobari, 8/525)

Kemudian, ayat lainnya, yang menerangkan keutamaan negeri Yaman, adalah firman Allah Ta’ala,

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (1) وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong” (QS. An Nashr: 1-2)

Dalam sabdanya, Nabi shallallahu’alaihi wasallam menjelaskan, bahwa ayat di atas sedang berbicara tentang penduduk Yaman. Karena mereka adalah orang-orang yang lembut hatinya dan mudah menerima kebenaran.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau mengatakan, “Tatkala diturunkan ayat, ” Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong.” Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

أتاكم أهل اليمن, هم أرقّ قلوبا, الإيمان يمان و الفقه يمان و الحكمة يمانية.

“Penduduk negeri Yaman telah datang kepada kalian. Mereka adalah orang yang paling lembut hatinya. Iman itu ada pada yaman, Fiqih ada pada Yaman, dan hikmah ada pada Yaman.” (HR. Imam Ahmad, dinilai sohih oleh Al-Albani)

Demikian pula dalam riwayat Ibnu Abbas dijelaskan, “Suatu ketika, saat Nabi berada di Madinah beliau bersabda,

الله أكبر الله أكبر جاء نصر الله و الفتح, و جاء أهل اليمن : قوم نقية قلوبهم ليّنة طباعهم, الإيمان يمان و الفقه يمان و الحكمة يمانية.

“Allahu Akbar…. Allahu Akbar (Maha besar Allah), telah datang pertolongan Allah dan telah datang penduduk yaman. Kaum yang bersih hatinya, lembut tabiat mereka. Iman itu ada pada yaman, fiqih itu ada pada yaman dan hikmah itu ada pada yaman.” (HR. Ibnu Hibban, dinilai sohih Syaikh Al-Albani)
Hadis-hadis tentang Keutamaan Negeri Yaman

Adapun hadis-hadis Nabi, yang menerangkan kemulian negeri Yaman, banyak. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Nabi mendo’akan barokah untuk penduduk Yaman.

Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu’alaihi wasallam berdoa,

اللهم بارك لنا في شامنا اللهم بارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال اللهم بارك لنا في شامنا اللهم بارك لنا في يمننا

“Ya Allah… berkahilah kami pada negeri Syam kami. Ya Allah… berkahilah kami pada negeri Yaman kami” (HR. Bukhori dan Ahmad)
2. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menerangkan, bahwa penduduk Yaman adalah umatnya yang paling pertama merasakan segarnya air telaga beliau.

Dari sahabat Tsauban berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda,

إني لبعقر حوضي أذود الناس لأهل اليمن أضرب بعصاي حتى يرفض عليهم

“Sesungguhnya kelak aku akan berada di samping telagaku. Kemudian Aku akan menghalangi orang-orang yang akan meminum dari telagaku, agar penduduk Yaman dapat meminumnya terlebih dahulu. Aku memukul dengan tongkatku, sehingga air telaga tersebut mengalir untuk mereka.” (HR. Muslim)

Inilah salah satu bentuk karomah untuk penduduk Yaman. Dimana Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam mendahulukan mereka dalam hal meminum air dari telaga beliau. Sebagai ganjaran atas baiknya perilaku mereka dan bersegeranya mereka dalam menerima Islam. Rasulullah mendahulukan mereka untuk meminum air telaga beliau. Sebagaimana di kehidupan dunia, mereka membela kehormatan Nabi shallallahu’alaihi wasallam dari musuh-musuh beliau. (Lihat: Syarah Shohih Muslim 62/15)
3. Mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi.

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، قَالَ : كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِطَرِيقٍ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ ، فَقَالَ : ” يُوشِكُ أَنْ يَطْلُعَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ ، كَأَنَّهَا قِطَعُ السَّحَابِ ، أَوْ قِطْعَةُ سَحَابٍ ، هُمْ خِيَارُ مَنْ فِي الأَرْضِ…

Suatu ketika, cerita Jubair bin Muth’im, kami bersama Rasulullah dalam sebuah perjalanan antara Makkah dan Madinah. Saat itu Nabi bersabda,

يُوشِكُ أَنْ يَطْلُعَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ ، كَأَنَّهَا قِطَعُ السَّحَابِ ، أَوْ قِطْعَةُ سَحَابٍ ، هُمْ خِيَارُ مَنْ فِي الأَرْض

“Hampir-hampir bangsa Yaman melebihi kalian. Mereka bak segumpal awan. Mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi.” (HR. Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Al-Baihaqi, dinilai shohih oleh Al-Albani)
4. Penduduk Yaman, tentara Allah di masa terjadi fitnah.

Abdullah bin Hawalah mengatakan, ” Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

سيصير الأمر إلى أن تكونوا جنودا مجندة جند بالشام و جند باليمن و جند بالعراق عليك بالشام فإنها خيرة الله من أرضه يجتبي إليها خيرته من عباده فإن أبيتم فعليكم يمنكم و اسقوا من غدركم فإن الله قد توكل لي بالشام و أهله

“Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang, satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Hendaklah kalian memilih Syam. Karena ia adalah negeri pilihan Allah. Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya. Jika tak bisa, hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya). Karena Allah menjamin untukku negeri Syam serta penduduknya.” (HR. Abu Dawud, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan Ibnu Hibban. Dinilai shohih oleh Al-Hakim dan Al-Albani)
5. Penduduk Yaman, orang yang pertama kali meneladankan salaman.

Anas bin Malik berkata, “Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

قد جاء كم أهل اليمن وهم أول من جاء بالمصافحة

“Sesungguhnya telah datang kepada kalian penduduk Yaman. Merekalah pelopor pertama dalam hal berjabat tangan.”
6. Penduduk Yaman, memiliki semangat yang tinggi dalam mempelajari sunnah.

Sahabat Anas bin Malik menceritakan, “Suatu hari, beberapa orang dari negeri Yaman datang menemui Rasululloh shallallahu’alaihi wasallam, seraya berkata,

ابعث معنا رجلاً يعلمنا السنة والإسلام

“Wahai Rasululloh, kirimkanlah untuk kami seseorang yang akan mengajari kami sunnah dan Islam.”

Lalu Rasulullah menarik tangan Abu Ubaidah seraya bersabda,

هذا أمين هذه الأمة

“Ini orangnya, dialah penjaga umat ini.”
7. Penduduk Yaman, adalah bangsa yang gigih menjalani ketaatan kepada Allah.

Dari Abu Sa’id al Khudri radhiyallahu’anhu, beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

إنه سيأتي قوم تحقرون أعمالكم إلى أعمالهم

“Sesungguhnya akan datang kaum, yang kalian akan merasa minder jika membandingkan amalan kalian dengan amalan mereka“.

“Apakah mereka kaum dari kaum Quraisy ya Rasulullah?” Tanya para Sahabat.

لا و لكن هم أهل اليمن

“Bukan, mereka adalah penduduk Yaman.” jawab Rasulullah.” (HR. Ibnu Abi Ashim, dishohihkan oleh Imam Muqbil Al-Wadi’i)
8. Iman ada pada Yaman, Hikmah ada pada Yaman.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau mengatakan, “Tatkala diturunkan ayat, ” Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong.” Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

أتاكم أهل اليمن, هم أرقّ قلوبا, الإيمان يمان و الفقه يمان و الحكمة يمانية.

“Penduduk negeri Yaman telah datang kepada kalian. Mereka adalah orang yang paling lembut hatinya. Iman itu ada pada yaman, Fiqih ada pada Yaman, dan hikmah ada pada Yaman.” (HR. Imam Ahmad, dinilai sohih oleh Al-Albani)

Maksud fikih ada pada Yaman, terang Imam Nawawi dalam syarah Shahih Muslim, maksudnya, fikih di sini maksudnya ungkapan tentang kefahaman dalam permasalahan agama. Sebagian fuqoha dan ulama ushul, memaknai istilah fikih dengan suatu pengetahuan terhadap hukum-hukum syari’at, yang berkaitan dengan amalan badan, melalui dalil-dalil yang berkaitan dengan amalan tersebut.

Adapun mengenai makna hikmah, ada beberapa penafsiran di kalangan para ulama. Penafsiran-penafsiran tersebut, berkisar pada sifat hikmah (bijaksana). Setelah disaring kembali; lanjut Imam Nawawi, maka tampak makna hikmah adalah, ilmu yang berkaitan dengan hukum-hukum syari’at. Yang mencakup pengetahuan tentang Allah ‘azza wa jalla, dengan kemampuan memandang permasalahan dengan bashiroh (ilmu), jiwa yang beretika, merealisasikan kebenaran serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, dan menahan diri dari mengikuti hawa nafsu dan segala hal kebatilan. Jadi, orang yang hakim (bijak), adalah orang yang memiliki sifat-sifat tersebut. (Lihat: Al Minhaj jilid: 1, hal: 220)

***
Daftar Pustaka:

Tafsir At Thobari, Imam Abu Ja’far Ibnu Jarir At Thobari. Tahqiq: Dr. Abdulloh bin Abdulmuhsin At Turki. Terbitan: Dar ‘alam al kutub. Cetakan th 1434 H
Al Jaami’ Li Ahkaamil Qur’an, Imam Al Qurtubi. Terbitan: Muassasah Ar Risalah, Damaskus. Cetakan pertama, th 1434 H
Al Minhaj Syarah Shohih Muslim bin Al Hajjaj, Imam Nawawi. Terbitan: Darul Ma’rifah, Beirut. Cetakan ke 19, th 1433 H.

___

Disusun Oleh: Ahmad Anshori
Asrama 8, Islamic University in Madinah, KSA, 21 Jumadal Akhir 1436H

Artikel : Muslim.Or.Id
Sumber : http://muslim.or.id/manhaj/keutamaan-negeri-yaman.html

Advertisements

Fitnah Dunia Yang Menggoda

Fitnah dunia sungguh menggoda. Setan pun tak henti-hentinya menjerumuskan manusia agar sibuk dan larut dengan kehidupan dunia, sehingga lupa dengan adanya kehidupan akhirat. Marilah sejenak kita renungkan tentang hakikat kehidupan dunia agar kita tidak terjerumus dalam tipu dayanya.
Hakikat kehidupan dunia

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Dan tidaklah kehidupan dunia kecuali hanyalah permainan dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Apakah kalian tidak mau berpikir ? “ (QS. Al-An’am: 32).

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah menjelaskan tentang hakikat kehidupan dunia dan akhirat. Hakikat kehidupan dunia adalah sekadar permainan dan senda gurau, permainan dengan anggota badan dan senda gurau dalam masalah hati . Hati akan menjadi bingung dan bimbang karena dunia. Jiwa pun akan berusaha memiliki sesuatu yang dicintai serta memiliki keinginan yang kuat di dalamnya. Akhirnya akan menyebabkan seorang hamba sibuk dengan dunia seperti anak-anak yang asyik dengan mainannya.

Adapun hakikat kehidupan akhirat lebih baik daripada kehidupan dunia. Bagi orang-orang yang bertakwa kehidupan akhirat lebih baik kondisinya maupun sifatnya, serta lebih kekal dan abadi. Di dalamnya terdapat segala sesuatu yang diinginkan oleh jiwa, menyenangkan dipandang mata, berupa kenikmatan yang bisa dirasakan oleh hati dan juga ruh. Di dalamnya banyak kesenangan dan sukacita. Itu semua tidak bisa dirasakan oleh setiap orang, namun hanya khusus untuk orang-orang bertakwa yang melakukan perintah-perintah Allah dan meninggalkan serta menjauhi larangan-Nya. Dengan kondisi demikan, tidakkah manusia mau berpikir? Tidakkah manusia mau menggunakan akalnya ? Hendaknya mereka menyadari manakah di antara kehidupan dunia dan akhirat yang lebih pantas untuk didahulukan. (Lihat Taisiirul Kariimir Rahman).

Wahai, saudaraku, ketahuilah bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan yang menipu. Kehidupan di dunia mempunyai dua sifat :

Kehidupan dunia sangat dekat dan pendek waktunya. Kehidupan di dunia ini singkat, dan kehidupan di dunia berlangsung sebelum kehidupan akhirat yang abadi.
Dunia itu rendah dan hina kedudukannya. Kehidupan dunia adalah hina, tidak ada kebaikan yang hakiki di dalamnya.

Kenikmatan yang dirasakan di dunia hanyalah kenikmatan badan, bukan kenikmatan hati. Oleh karena itu ahlud dunya akan terhalang dari merasakan kenikmatan hati. Allah Ta’ala berfirman ;

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً

“Barangsiapa yang mengerjakan amal salih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik” (An-Nahl : 97).

Dalam ayat ini Allah tegaskan bahwa kehidupan yang baik hanya akan didapatkan oleh orang yang bisa mengumpulkan dua sifat, yaitu beriman dan beramal shalih (Lihat Tafsir Surat Al An’am li Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin).
Jangan jadi budak dunia!

Di antara fitnah dunia yang banyak menjerumuskan manusia adalah harta. Betapa banyak manusia rela menghabiskan waktunya hanya untuk berburu harta. Bahkan tidak lagi peduli halal dan haram dalam mendapatkannya. Padahal Nabi kita telah mengingatkan agar kita tidak menjadi “budak harta”. Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

تَعِسَ عَبْدُ الدِّيْنَارِ تَعِسَ عَبْدُ الدِّرْهَمِ، تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْصَةِ تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْلَةِ إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطَ سَخِطَ

“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamisah dan khamilah (sejenis pakaian yang terbuat dari wool/sutera). Jjika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah” (HR. Bukhari).

Dalam hadits ini, Nabi mendoakan celaka bagi hamba dinar dan yang lainnya. Seseorang disebut “hamba dinar” dan “hamba dirham” karena dia melakukan berbagai amal perbuatannya hanya semata-mata mencari harta benda. Seandainya tidak ada harta yang bisa diraih, maka dia tidak akan beramal. Harta bendalah yang menjadikan motivasinya untuk beramal. Oleh karena itulah digelari sebagai “hamba dinar”. Penyebutan dengan “hamba” menunjukkan bahwa hal ini termasuk perbuatan syirik, karena orang tersebut sedang menghambakan dirinya kepada selain Allah. (Lihat At Tamhid li Syarh Kitabi At Tauhid).

Dalam hadits di atas terdapat peringatan terhadap penghambaan kepada selain Allah, khususnya terhadap hal-hal yang fana seperti harta dan juga pakaian. Penghambaan kepada Allah akan membuahkan sikap ridho dan qona’ah. Adapun penghambaan kepada selain Allah akan menumbuhkan sikap pelit, bakhil, egois, dan tamak. Termasuk perbuatan tercela yaitu mengumpulkan dan memiliki segala sesuatu yang melebihi batas kebutuhan seorang hamba sehingga menyibukkan dari beribadah kepada Allah dan tidak digunakan dalam rangka ketaatan kepada-Nya. (Lihat Bahjatun Nadzirin Syarh Riyadhus Salihin).
Belajar hidup zuhud

Dari Sahl bin Sa’ad As Sa’idi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang apabila aku melakukannya, maka Allah akan mencintaiku dan begitu pula manusia”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ازْهَدْ فِى الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ وَازْهَدْ فِيمَا فِى أَيْدِى النَّاسِ يُحِبُّوكَ

“Zuhudlah pada dunia, Allah akan mencintaimu. Zuhudlah pada apa yang ada di sisi manusia, manusia pun akan mencintaimu.” (HR. Ibnu Majah dan selainnya. An Nawawi mengatakan hadits ini hasan).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “ Zuhud adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat di akhirat, adapun sikap wara’ adalah meninggalkan perkara yang dkhawatirkan menimbulkan kemudharatan di akherat”.

Imam Ahmad membagi zuhud menjadi tiga macam :

Meninggalkan perkara haram. Inilah zuhudnya kebanyakan orang.
Meninggalkan berlebih-lebihan dalam perkara halal. Inilah zuhudnya orang-orang khusus.
Meninggalkan hal-hal yang menyibukkan dari beribadah kepada Allah. Inilah zuhudnya orang-orang yang berlimu. (Dinukil dari Bahjatun Nadzirin Syarh Riyadhus Salihin)

Adapun yang dimaksud zuhud dengan yang dimiliki manusia adalah tidak memperhatikan apa yang dimiliki oleh orang lain. Dalam hadits di atas Nabi memotivasi agar bersikap zuhud dengan apa yang dimilik oleh orang lain, karena hal ini merupakan sebab kecintaan manusia kepada kita. (Lihat Syarh Arbain An Nawawi li Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin).

Semoga paparan ringkas ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang hakikat kehidupan dunia, sehingga kita terhindar dari fitnahnya. Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad.

***

Penyusun : Adika Mianoki (Alumni Ma’had Al ‘Ilmi)

Artikel Muslim.Or.Id
Sumber : http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/fitnah-dunia-yang-menggoda.html

Mengintip Prestasi RSBI SMPN 1 Slawi

Setahun Raih Tiga Piala Bahasa Inggris

PREDIKAT Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang kini disandang SMPN 1 Slawi memanglah bukan isapan jempol semata. Bisa dibayangkan, dalam setahun tiga trofi sekaligus mampu ditoreh anak dididiknya untuk mengharumkan nama Kabupaten tegal ditingkat Provinsi Jawa Tengah. Lalu ?

LAPORAN : Hermas Purwadi

DIANTARA prestasi yang telah diraih oleh peserta didik SMPN 1 Slawi dibawah nahkoda Slamet SPd MPd diantaranya Karya Terbaik tingkat Nasional tahun 2010 (Qutrotunnada, kelas 8.4) dibimbing oleh guru Agus Riyanto, Juara 2 Lomba Pidato MAPSI tingkat Nasional tahun 2010 (Maulida Fitria Z, kelas 8.7) dibimbing oleh Ustadz Shodiq Abdullah SAg, peraih medali perunggu National English Olympic tahun 2011 (Marsha Rizki Kumala Sari) dibimbing oleh Muflih Nurshiam SPd, Juara 2 lomba Debat Bahasa Inggris tingkat Provinsi Jawa Tengah (Marsha R, Deks Sazha Salsabil, dan Fania Rizki Ramadhani) dibimbing oleh Bunyamin, SPd MHum dan Subandi SPd, serta The Best Story Teller pada event English Marathon Competition 2011 (Nadya Pramesty Nugraheni) dibimbing oleh Bunyamin SPd MHum dan Amalia Rachmawati SPd.

Selebihnya anak didik RSBI SMPN 1 Slawi juga mampu menyabet Juara Harapan 3 lomba Story Telling pada FLS 2N 2011 tingkat Provinsi Jawa Tengah (Anindita Ratna Santoso) dibimbing oleh Bunyamin SPd MHum dan Amalia Rachmawati SPd, Juara I lomba tari tingkat eks Karesidenan Pekalongan tahun 2010 (Murti) dibimbing oleh Sunarti SPd, dan Juara umum GSAM 2011 tingkat Kabupaten Tegal yang digelar oleh SMAN 1 Slawi dibimbing oleh Suminto SAg dan Sintha Kusuma Dewi SPd.

Prestasi juga mampu ditoreh dengan menjadi Juara I dan II putri Ganas English Competition tahun 2011 tingkat kabupaten (Putri Rachma Asri dan Nadya Pramesty Nugraheni) dibimbing oleh Bunyamin SPd MHum, Juara I dan 3 LCC Pramuka Putra tahun 2011 tingkat Kabupaten Tegal (Fredy Prasetyo, Rinal Krisna), serta Juara 3 lomba Mafis (Matematika dan Fisika) tingkat eks Karesidenan Pekalongan dibimbing oleh Slamet Wakhyono dan Sefulloh SPd.

Kepala SMPN 1 Slawi juga mengatakan bahwa UN 2011 kali ini SMPN 1 Slawi kembali meraih peringkat I dari seluruh SMP swata dan negeri di Kabupaten Tegal. “Seluruh prestasi tersebut diraih berkat usaha keras dan kerjasama yang baik antara kepala sekolah, komite, dewan guru, siswa dan orang tua siswa itu sendiri. Tanpa adanya usaha keras dan kerja sama yang baik prestasi yang sangat membanggakan tersebut tidak mungkin akan bisa diraih,” terangnya.

Pihak sekolah memang sudah menyiapkan peserta didiknya untuk mengikuti even-even lomba di tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi melalui program pengembangan diri di luar jam pelajaran seperti pengembangan diri musik, paduan suara, seni tari, karawitan, marching band, olimpiade matematika, olimpiade IPA, olimpiade IPS, story telling, speech contest, Pramuka, PMR, PKS, dan lainnya.

“SMPN 1 Slawi siap menjadi kebanggan masyarakat Kabupaten Tegal dan Provinsi Jawa Tengah. Oleh karena itu, SMPN 1 Slawi harus segera berbenah diri. Apalagi SMPN 1 Slawi merupakan RSBI yang selalu menjadi incaran masyarakat kabupaten Tegal,” ujarnya.

Dia juga menegaskan akan segera berbenah diri untuk menjadi Sekolah Bertaraf Internasional karena tidak lama lagi sekolah ini juga akan mendapatkan sertifikat ISO. Semoga cepat terwujud. (*)

sumber:http://www.radartegal.com/index.php/Mengintip-Prestasi-RSBI-SMPN-1-Slawi.html

Saat ini Kota Tegal Miliki 22 Sarang Walet

HASIL pendataan tim Pemkot, saat ini ada 22 sarang burung walet. Keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak, sesuai tujuan penyusunan Raperda pajak daerah. Sebab selama ini keberadannya tanpa ditarik pajak sama sekali.

Menurut Plt Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Maslurin, dasar penyusunan draf Raperda tentang pajak daerah yakni Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 akan berakhir pada 31 Desember 2011. Sehingga awal tahun 2012, harus menggunakan Perda pajak daerah baru, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku, kecuali Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) akan berakhir 31 Desember 2013.

“Sesuai draf Raperda tentang pajak daerah yang kami ajukan, ada beberapa obyek wajib pajak yang diharapkan bisa meningkatkan PAD. Antara lain pajak sarang burung walet, pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan umum, pajak parkir, pajak air tanah, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan,” ujarnya.

Lebih lanjut Maslurin mengungkapkan, salah satu obyek wajib pajak baru yang selama ini belum tersentuh sama sekali, yakni pajak sarang burung walet. Padahal jumlahnya cukup banyak, hasil pendataan tim di Kota Tegal ada 22 sarang burung walet, dan selama ini tidak ada kontribusi pajak atau pendapatan ke kas daerah. Sehingga dengan diterapkannya Perda pajak daerah nanti, diharapkan menambah PAD Kota Tegal dari sektor pajak. Soal tarif dan ketentuan teknis lainnya, saat ini draf Raperda bakal dibahas alat kelengkapan DPRD setempat. “Pengambilan sarang burung walet yang dikenakan, yakni Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP, red). Sedangkan kegiatan pengambilan dan atau pengusahaan sarang burung walet lainnya yang ditetapkan dengan Perda.”

Ditandaskan Maslurin, dengan adanya beberapa obyek wajib pajak baru, diharapkan PAD Kota Tegal dapat naik. Soal persentasenya dibahas lebih teknis ketika pembahasan Raperda. Sedangkan PAD Kota Tegal tahun 2010 sebesar Rp12 miliar, dan tahun ini ditargetkan Rp16 miliar. “Kami targetkan PAD 2011 mencapai Rp16 miliar dapat tercapai. Bahkan dengan adanya obyek wajib pajak baru, kami harapkan bisa lebih dari Rp16 miliar,” tukasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi II DPRD, Hendria Priatmana SE meminta dengan adanya Perda tentang pajak daerah, ada target riil kenaikan PAD. Sehingga bukan masih abstrak, tapi ada target riil kenaikan secara persentase. Sebab kalau tidak ada kenaikan, maka Perda pajak daerah sia-sia. “Dalam draf Raperda pajak daerah, kami melihat ada beberapa obyek wajib pajak. Sehingga kami minta keberadaanya mendongkrak PAD, bukan abstrak kenaikannya.”

sumber:http://www.radartegal.com/index.php/Saat-ini-Kota-Tegal-Miliki-22-Sarang-Walet.html

MAN Tegal Ciptakan Siswa Profesional

MADRASAH Aliyah Negeri (MAN) Kota Tegal memasuki tahun ajaran baru 2011/2012 terus berbenah. Hal ini dilakukan guna mempertahankan prestasi, dengan meluluskan 100 persen siswa-siswinya selama 5 kali berturut-turut sejak tahun 2007.

Kepala MAN Kota Tegal, Drs Kamaludin MM melalui Kepala Tata Usaha (TU), Widodo menuturkan, berbagai program dan agenda telah dijalankan sejak lama. Sehingga mampu memberikan nilai positif terhadap prestasi siswa. Apalagi, dengan dibangunnya laboratorium dan perpustakaan, diharapkan mampu meningkatkan semangat serta kemampuan siswa.

“Hal ini tentu akan meningkatkan mutu kegiatan belajar-mengajar. Tidak hanya teori yang diberikan, tapi juga praktek kepada seluruh siswa-siswi yang ada. Dukungan para guru, siswa-siswi, komite sekolah serta orang tua, sangat dibutuhkan dalam meningkatkan berbagai prestasi, baik bidang akademik maupun nonakademik. Sehingga prestasi yang diraih selama ini, dapat dipertahankan dan ditingkatkan di tingkat kota, regional bahkan berkarya nyata di tingkat nasional.”

Dia menjelaskan, penambahan berbagai sarana dan prasarana, tentu meningkatkan berbagai kegiatan. Sehingga kemampuan siswa-siswi selalu terasah dan meningkat, serta mudah menangkap apa yang diberikan para guru. Harapannya, siswa-siswi mampu menangkap peluang yang ada dengan terus berprestasi. Sehingga dapat memberikan karya nyata yang mampu membawa harum nama sekolah.

“Dengan kurikulum yang ada, diharapkan apa yang diajarkan setiap hari mampu membentuk karakter atau pribadi siswa-siswi mandiri, profesional, dan memiliki akhlak mulia. Jika itu terwujud, maka muncul -generasi muda berprestasi yang sarat prestasi, serta mempunyai budi pekerti luhur. Sehingga estafet kepemimpinan terus berjalan dengan baik. Inilah yang kami harapkan. Berbagai upaya selalu kami lakukan, agar anak didik mendapatkan yang terbaik untuk terus berkarya,” paparnya.

sumber:http://www.radartegal.com/index.php/MAN-Tegal-Ciptakan-Siswa-Profesional.html#CommentForm

Resep Hidup Bahagia

Seandainya kita bertanya kepada orang-orang di sekeliling kita dari berbagai agama, bangsa, profesi dan status sosial tentang cita-cita mereka hidup di dunia ini tentu jawaban mereka sama “kami ingin bahagia”. Bahagia adalah keinginan dan cita-cita semua orang. Orang mukmin ingin bahagia demikian juga orang kafir pun ingin bahagia. Orang yang berprofesi sebagai pencuri pun ingin bahagia dengan profesinya. Melalui kegiatan menjual diri, seorang pelacur pun ingin bahagia. Meskipun semua orang ingin bahagia, mayoritas manusia tidak mengetahui bahagia yang sebenarnya dan tidak mengetahui cara untuk meraihnya. Meskipun ada sebagian orang merasa gembira dan suka cita saat hidup di dunia akan tetapi kecemasan, kegalauan dan penyesalan itu merusak suka ria yang dirasakan. Sehingga sebagian orang selalu merasakan kekhawatiran mengenai masa depan mereka. Terlebih lagi ketakutan terhadap kematian.

Allah berfirman dalam surat Al Jumu’ah ayat 8:

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلاَقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al Jumu’ah: 8)

Banyak orang yang beranggapan bahwasanya orang-orang barat adalah orang-orang yang hebat. Mereka beranggapan bahwasanya orang-orang barat hidup penuh dengan kebahagiaan, ketenteraman dan ketenangan. Tetapi fakta berbicara lain, realita di lapangan menunjukkan bahwa secara umum orang-orang barat itu hidup penuh dengan penderitaan. Hal ini dikuatkan dengan berbagai hasil penelitian yang dilakukan oleh orang-orang barat sendiri tentang kasus pembunuhan, bunuh diri dan berbagai tindakan kejahatan yang lainnya, namun ada sekelompok manusia yang memahami hakikat kebahagiaan bahkan mereka sudah menempuh jalan untuk mencapainya. Merekalah orang-orang yang beriman kepada Allah. Mereka memandang kebahagiaan itu terdapat dalam sikap taat kepada Allah dan mendapat ridho-Nya, menjalankan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.

Boleh jadi di antara mereka yang tidak memiliki kebutuhan pokoknya setiap harinya, akan tetapi dia adalah seorang yang benar-benar bahagia dan bergembira bagaikan pemilik dunia dan segala isinya.

Allah berfirman,

قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

“Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya iti dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58)

Jika mayoritas manusia kebingungan mengenai jalan yang harus ditempuh menuju bahagia maka hal ini tidak pernah dialami oleh seorang mukmin. Bagi seorang mukmin jalan kebahagiaan sudah terpampang jelas di hadapannya. Cita-cita agar mendapatkan kebahagiaan terbesar mendorongnya untuk menghadapi beragam kesulitan.

Terdapat berbagai keterangan dari wahyu Alloh sebagai kabar gembira bagi orang-orang yang beriman bahwasanya dirinya sudah berada di atas jalan yang benar dan tepat Allah berfirman:

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَالِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (QS. Al An’aam: 153)

Jika di antara kita yang bertanya bagaimanakah yang dirasakan bagi orang-orang yang bahagia dan orang-orang yang celaka maka Allah sudah memberikan jawaban dengan firman-Nya:

فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ خَالِدِينَ فِيهَا مَادَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ إِلاَّمَاشَآءَ رَبُّكَ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَادَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ إِلاَّ مَاشَآءَ رَبُّكَ عَطَآءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ

“Adapun orang-orang yang celaka, Maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (QS. Hud: 106-108)

Jika di antara kita yang bertanya-tanya bagaimanakah cara untuk menjadi orang yang berbahagia, maka Alloh sudah memberikan jawabannya dengan firman-Nya,

ٌّفَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَيَشْقَى وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thoha: 123-124)

Dan juga dalam firman-Nya,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)

Kebahagiaan seorang mukmin semakin bertambah ketika dia semakin dekat dengan Tuhannya, semakin ikhlas dan mengikuti petunjuk-Nya. Kebahagiaan seorang mukmin semakin berkurang jika hal-hal di atas makin berkurang dari dirinya.

Seorang mukmin sejati itu selalu merasakan ketenangan hati dan kenyamanan jiwa. Dia menyadari bahwasanya dia memiliki Tuhan yang mengatur segala sesuatu dengan kehendak-Nya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sungguh menakjubkan keadaan orang-orang yang beriman. Sesungguhnya seluruh keadaan orang yang beriman hanya akan mendatangkan kebaikan untuk dirinya. Demikian itu tidak pernah terjadi kecuali untuk orang-orang yang beriman. Jika dia mendapatkan kesenangan maka dia akan bersyukur dan hal tersebut merupakan kebaikan untuknya. Namun jika dia merasakan kesusahan maka dia akan bersabar dan hal tersebut merupakan kebaikan untuk dirinya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Inilah yang merupakan puncak dari kebahagiaan. Kebahagiaan adalah suatu hal yang abstrak, tidak bisa dilihat dengan mata, tidak bisa diukur dengan angka-angka tertentu dan tidak bisa dibeli dengan rupiah maupun dolar. Kebahagiaan adalah sesuatu yang dirasakan oleh seorang manusia dalam dirinya. Hati yang tenang, dada yang lapang dan jiwa yang tidak dirundung malang, itulah kebahagiaan. Bahagia itu muncul dari dalam diri seseorang dan tidak bisa didatangkan dari luar.

Tanda Kebahagiaan

Imam Ibnu Al Qoyyim mengatakan bahwa tanda kebahagiaan itu ada 3 hal. 3 hal tersebut adalah bersyukur ketika mendapatkan nikmat, bersabar ketika mendapatkan cobaan dan bertaubat ketika melakukan kesalahan. Beliau mengatakan: sesungguhnya 3 hal ini merupakan tanda kebahagiaan seorang hamba dan tanda keberuntungannya di dunia dan di akhirat. Seorang hamba sama sekali tidak pernah bisa terlepas dari 3 hal tersebut:

1. Syukur ketika mendapatkan nikmat.

Seorang manusia selalu berada dalam nikmat-nikmat Allah. Meskipun demikian, ternyata hanya orang berimanlah yang menyadari adanya nikmat-nikmat tersebut dan merasa bahagia dengannya. Karena hanya merekalah yang mensyukuri nikmat, mengakui adanya nikmat dan menyanjung Zat yang menganugerahkannya. Syukur dibangun di atas 5 prinsip pokok:

Ketundukan orang yang bersyukur terhadap yang memberi nikmat.
Rasa cinta terhadap yang memberi nikmat.
Mengakui adanya nikmat yang diberikan.
Memuji orang yang memberi nikmat karena nikmat yang dia berikan.
Tidak menggunakan nikmat tersebut dalam hal-hal yang tidak disukai oleh yang memberi nikmat.

Siapa saja yang menjalankan lima prinsip di atas akan merasakan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sebaliknya, jika lima prinsip di atas tidak dilaksanakan dengan sempurna maka akan menyebabkan kesengsaraan selamanya.

2. Sabar ketika mendapat cobaan.

Dalam hidup ini di samping ada nikmat yang harus disyukuri, juga ada berbagai ujian dari Allah dan kita wajib bersabar ketika menghadapinya. Ada tiga rukun sabar yang harus dipenuhi supaya kita bisa disebut orang yang benar-benar bersabar.

Menahan hati untuk tidak merasa marah terhadap ketentuan Allah.
Menahan lisan untuk tidak mengadu kepada makhluk.
Menahan anggota tubuh untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak di benarkan ketika terjadi musibah, seperti menampar pipi, merobek baju dan sebagainya.

Inilah tiga rukun kesabaran, jika kita mampu melaksanakannya dengan benar maka cobaan akan berubah menjadi sebuah kenikmatan.

3. Bertaubat ketika melakukan kesalahan.

Jika Allah menghendaki seorang hamba untuk mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan di dunia dan akhirat, maka Allah akan memberikan taufik kepada dirinya untuk bertaubat, merendahkan diri di hadapan-Nya dan mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai kebaikan yang mampu untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, ada seorang ulama salaf mengatakan: “Ada seorang yang berbuat maksiat tetapi malah menjadi sebab orang tersebut masuk surga. Ada juga orang yang berbuat kebaikan namun menjadi sebab masuk neraka.” Banyak orang bertanya kepada beliau, bagaimana mungkin hal tersebut bisa terjadi?, lantas beliau menjelaskan: “Ada seorang yang berbuat dosa, lalu dosa tersebut selalu terbayang dalam benaknya. Dia selalu menangis, menyesal dan malu kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Hatinya selalu sedih karena memikirkan dosa-dosa tersebut. Dosa seperti inilah yang menyebabkan seseorang mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan. Dosa seperti itu lebih bermanfaat dari berbagai bentuk ketaatan, Karena dosa tersebut menimbulkan berbagai hal yang menjadi sebab kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba. Sebaliknya ada juga yang berbuat kebaikan, akan tetapi kebaikan ini selalu dia sebut-sebut di hadapan Allah. Orang tersebut akhirnya menjadi sombong dan mengagumi dirinya sendiri disebabkan kebaikan yang dia lakukan. Orang tersebut selalu mengatakan ’saya sudah berbuat demikian dan demikian’. Ternyata kebaikan yang dia kerjakan menyebabkan timbulnya ‘ujub, sombong, membanggakan diri dan merendahkan orang lain. Hal-hal ini merupakan sebab kesengsaraan seorang hamba. Jika Allah masih menginginkan kebaikan orang tersebut, maka Allah akan memberikan cobaan kepada orang tersebut untuk menghilangkan kesombongan yang ada pada dirinya. Sebaliknya, jika Allah tidak menghendaki kebaikan pada orang tersebut, maka Allah biarkan orang tersebut terus menerus pada kesombongan dan ‘ujub. Jika ini terjadi, maka kehancuran sudah berada di hadapan mata.”

Al Hasan al-Bashri mengatakan, “Carilah kenikmatan dan kebahagiaan dalam tiga hal, dalam sholat, berzikir dan membaca Al Quran, jika kalian dapatkan maka itulah yang diinginkan, jika tidak kalian dapatkan dalam tiga hal itu maka sadarilah bahwa pintu kebahagiaan sudah tertutup bagimu.”

Malik bin Dinar mengatakan, “Tidak ada kelezatan selezat mengingat Allah.”

Ada ulama salaf yang mengatakan, “Pada malam hari orang-orang gemar sholat malam itu merasakan kelezatan yang lebih daripada kelezatan yang dirasakan oleh orang yang bergelimang dalam hal yang sia-sia. Seandainya bukan karena adanya waktu malam tentu aku tidak ingin hidup lebih lama di dunia ini.”

Ulama’ salaf yang lain mengatakan, “Aku berusaha memaksa diriku untuk bisa sholat malam selama setahun lamanya dan aku bisa melihat usahaku ini yaitu mudah bangun malam selama 20 tahun lamanya.”

Ulama salaf yang lain mengatakan, “Sejak 40 tahun lamanya aku merasakan tidak ada yang mengganggu perasaanku melainkan berakhirnya waktu malam dengan terbitnya fajar.”

Ibrahim bin Adham mengatakan, “Seandainya para raja dan para pangeran mengetahui bagaimana kebahagiaan dan kenikmatan tentu mereka akan berusaha merebutnya dari kami dengan memukuli kami dengan pedang.” Ada ulama salaf yang lain mengatakan, “Pada suatu waktu pernah terlintas dalam hatiku, sesungguhnya jika penghuni surga semisal yang kurasakan saat ini tentu mereka dalam kehidupan yang menyenangkan.”

Imam Ibnul Qoyyim bercerita bahwa, “Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: ‘Sesungguhnya dalam dunia ini ada surga. Barang siapa belum pernah memasukinya maka dia tidak akan memasuki surga diakhirat kelak.’” Wallahu a’laam.

(Diterjemahkan dengan bebas dari As Sa’adah, Haqiqatuha shuwaruha wa asbabu tah-shiliha, cet. Dar. Al Wathan)

(Makalah Studi Islam Intensif 2005)

sumber:http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/resep-hidup-bahagia.html

Barca Tidak Diving, Tidak Pakai Doping, dan Tidak Suap Wasit

Barcelona – Di tengah keberhasilan mengukir prestasi, Barcelona juga tak jarang diterpa kabar miring misal sering melakukan diving, memakai doping, dan menyuap wasit. Oleh Gerard Pique, semua itu dijawab: tidak.

Barcelona di bawah asuhan pelatih Josep Guardiola berhasil merengkuh serangkaian prestasi.

Yang paling spektakuler tentu saja raihan enam gelar di tahun 2009. Meski hingga kini keberhasilan itu masih belum bisa diulangi oleh The Catalans, namun tim yang bermarkas di Camp Nou itu tetaplah berhasil mengakhiri musimnya dengan trofi.

Di tengah perjalanan meraih prestasi, banyak tuduhan miring yang dialamatkan ke kubu Barcelona.

Sejumlah pemain Azulgrana dituduh sebagai tukang diving dan sering berpura-pura bila dilanggar lawan. Alhasil, sang lawan pun tidak jarang harus menerima kartu merah.

Soal diving ini juga merambat ke masalah wasit. Korps pengadil disinyalir terlalu tunduk kepada Barcelona. Pelatih Real Madrid Jose Mourinho bahkan menantang Lionel Messi dkk. untuk menjadi juara tanpa kontroversi.

Kemudian untuk musim ini, sempat tersebar rumor bahwa pemain Barcelona menggunakan doping.

“Kami tidak memakai obat, tidak diving, dan tidak menyuap wasit. Kami hanya bermain sepakbola,” seru bek Barca Gerard Pique dalam wawancara yang termuat di situs resmi klub, Kamis (9/6/2011).

“Saya ingin membuat semuanya jelas bahwa kami tidak pernah melakukan apa pun yang dituduhkan,” lugas pemain timnas Spanyol itu.

Pique mengakui bahwa di waktu-waktu mendatang, tuduhan semacam itu bakal tetap masih ada.

“Namun kami harus bisa menghadapi itu semua jika kami ingin memenangi gelar. Tim tengah bersiap untuk menghadapi itu semua,” tegasnya.

Kekasih penyanyi Shakira itu mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi oleh Barca di musim-musim berikutnya bakal semakin berat.

“Itu bukan karena ambisi kami menurun, namun karena tim lain sudah berbelanja lebih banyak untuk memenangi gelar. Namun kami akan tetap seperti sedia kala dan itu adalah cara bagaimana kami mencapai gelar untuk tahun depan,” ujar dia.

Pique mengatakan bahwa untuk tahun depan target tim adalah mempertahankan gelar La Liga dan Liga Champions yang diraih musim ini.

Bila itu terwujud, maka Barca-nya Guardiola akan menyamai capaian Barca The Dream Team dengan empat kali berturut-turut memenangi Liga Spanyol.

Untuk Liga Champions, jika juara maka Blaugrana akan menjadi tim pertama yang berhasil melakukan back-to-back sejak format baru ditetapkan.
sumber:http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2011/06/10/090500/1657281/75/barca-tidak-diving-tidak-pakai-doping-dan-tidak-suap-wasit