Resume film Pirates of Silicon Valley

film ini menceritakan perjuangan dan persaingan awal kelahiran dua korporasi komputer ternama yaitu apple dan microsoft. Secara keseluruhan, film Pirates of Silicon Valley merupakan suatu film tentang perseteruan Steve Jobs & Bill Gates (Apple & Machintos) dari sudut pandang orang-orang terdekat dari Steve Jobs dan Bil Gates.

Di film ini diceritakan bagaimana Gates dan Steve memulai segalanya dari bawah. Pada 1975, Gates dan rekannya Paul Allen mendirikan Microsoft. Dan pada 1976, Jobs dan rekannya Steve Wozniac mendirikan Apple Inc, Waktu itu mereka mampu menjual komputer Apple I yang awalnya dibungkus kayu dan menggunakan layar TV bekas. Sebenarnya Wozniac sempat menunjukkan komputer tersebut ke perusaahaan HP tempat dia bekerja. Tapi para petinggi HP saat itu hanya menertawakannya.

Di ceritakan pula bill gates dan rekan nya steve ballmer bersama paul allen(harvard university) juga melakukan inovasi inovasi baru namun mereka tertinggal satu langkah dengan jobs dan woz,teknologi mereka sudah bisa memasuki club artikel baru tentang komputer.hal ini membuat bill gates geram.

pada saat Apple sudah besar, Microsoft masih merupakan perusahaan kecil. Namun produk BASIC mereka cukup menarik bagi IBM. Dan suatu saat bertemulah kubu Gates dengan petinggi IBM. Pada pertemuan tersebut, Bill Gates berhasil meyakinkan IBM bahwa mereka memiliki produk yang dibutuhkan IBM. Padahal Gates dan kawan-kawan tidak mempersiapkan apapun ketika berangkat ke pertemuan. Bahkan dasi Bill Gates pun dibeli dari seseorang yang sedang buang air di airport. Terang saja Bill Gates dkk. kebingungan untuk memenuhi janji mereka ini. Dan di tengah-tengah kebingungan tersebut, Allen mengunjungi sebuah software house kecil. Di sana dia melihat program XDOS, dan memutuskan untuk membeli beserta lisensinya. Program tersebutlah yang akhirnya dijual kembali oleh kubu Bill Gates kepada IBM. Dan itu pun dengan lisensi yang masih dipegang Microsoft. Program itu kemudian menjadi MS DOS, yang ada di seluruh komputer yang menggunakan Windows saat ini. Bayangkan betapa sakit hatinya si pencipta XDOS bila mengetahui hal ini.

kerjasama dengan IBM tersebut membuat Microsoft terus berkembang, tapi masih tetap di bawah Apple Inc. Fase selanjutnya adalah fase pengkhianatan. Sampai saat itu, Apple selalu selangkah lebih maju. Hal ini membuat Bill Gates penasaran dan datang menemui Jobs. Entah jampi-jampi apa yang dia gunakan sehingga Steve Jobs mau menunjukkan prototype yang sedang dikembangkan Apple. Dan hebatnya lagi, Steve Jobs bahkan memberi Bill Gates 1 buah prototype karena Gates berjanji untuk ikut mengembangkannya. Setelah sekian lama tidak ada kabarnya, Jobs pun mulai tersadar. Dia pun memanggil Gates dengan penuh amarah. Di sini lagi-lagi terlihat bakat negoisator seorang Bill Gates. Dia sekali lagi berhasil meyakinkan Steve Jobs bahwa dia sedang membantu melakukan pengembangan. Dan akhirnya tibalah saat peluncuran komputer Apple yang berasal dari prototype tersebut. Gates diberi kesempatan untuk turut berpidato. Ketika Gates sedang di podium, Steve Jobs mendapat kabar bahwa di Jepang sudah beredar komputer dengan program yang mirip dengan produk Apple itu. Program tersebut tak lain adalah Microsoft Windows!

 

Industri Kerajinan Di Daerah Banjaran Kab.Tegal

Pada saat ini, manusia mengalami perpindahan era dan peradaban yang baru. Dulu kita bergeser dari Era Pertanian lalu  Era Industrilisasi. Perkembang teknologi dan informasi dan komunikasi (infokom) serta globalisasi ekonomi telah mendorong perkembangan  manusia yang dituntut untuk berkembang secara kreatif. Perkembangan industri telah menciptakan pola kerja, pola produksi dan pola distribusi yang murah dan efisien. Perkembangan teknologi telah membuat manusia jadi semakin produktif.

Industri merupakan proses penciptaan barang dan jasa yang mempunyai nilai tambah (value added). Sedangkan kreatif berarti create yaitu proses menciptakan sesuatu. Industri Kreatif berfokus pada penciptaan barang dan jasa dengan mengandalkan keahlian, bakat, dan kreativitas sebagai kekayaan intelektual.  industri kreatif adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ekonomi kreatif.

Pada saat ini memang industri kreatif sangat diperlukan. Apalagi industri kreatif merupakan industri dengan sumber yang terbaru karena berfokus pada penciptaan daya kreasi. Berbeda dengan industri pada sektor tambang dan migas yang semakin lama akan semakin habis.

Mengingat kawasan sekitar Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal sangat menarik. Jalan raya yang merupakan jalur utama Tegal- Purwokerto, dari Desa Karanganyar di perbatasan Kota Tegal hingga Banjaran, Adiwerna tiap hari tidak pernah diam. Selalu menunjukkan aktivitasnya. Dalam sebuah lagu tegalan digambarkan, ” akeh wesi pating telalang nang dalanan, krompyang!” (banyak besi malang-melintang di pingir jalan, krompyang!). Itulah kawasan yang dikenal sebagai sentra industri kecil dan kerajinan.

Di daerah pertanian, lazimnya yang numpuk di rumah-rumah penduduk, terutama pada musim panen adalah gabah, jagung, kacang, atau singkong. Namun, di Kecamatan Dukuhturi, Talang, dan Adiwerna numpuk adalah hasil kerajinan. Sudah hal biasa kalau baud yang menggunung di ruang rumah penduduk warga.

Tidak hanya berhenti pada satu produk saja pengusaha kerajinan didaerah banjaran sangat kreatif dalam mengembangkan ide-ide nya, mereka tahu kebutuhan masyarakat tidak hanya pada satu jenis produk saja sehingga mereka membuat produk lain yang nantinya akan di pakai oleh masyarakat dalam kebutuhan sehari-harinya produk tersebut mulai dari kerajinan gerabah, kayu, sampai kerajinan logam. Produksinya antara lain perkakas rumah tangga, seperti; pompa air (dragon), dandang, panci, wajan, kompor, dan cetakan kue. Suku cadang mesin, seperti; baud, dinamo, filter, knalpot motor dan mobil. Juga kerajinan perhiasan dari emas atau perak. Sifat kreatif dan inovatif masyarakatnya itulah membuat Tegal dijuluki ”Jepangnya” Indonesia.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan dan penacarian informasi untuk  mengembangkan suatu industri kerajinan di butuhkan suatu ide-ide yang kreatif yang bisa menghasilkan suatu produk berupa barang kebutuhan yang nantinya akan di pakai oleh masyarakat dalam kehidupanya sehari-hari.

Kota Tegal Miliki Potensi Wisata

Kota Tegal Miliki Potensi Wisata

Ditulis oleh Administrator
Monday, 21 March 2011
ImageHASIL Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi I ke Kabupaten Lamongan, ternyata pendapatan dari sektor wisata jadi andalan. Dari Pendapatan Asli Dearah (PAD) Rp. 1,4 Triliun,

sektor wisata berhasil menyumbang pendapatan Rp. 14 Miliar atau 10 persen PAD. Sedangkan untuk Kota Tegal, pendapatan dari sektor wisata cukup terpuruk, dan perlu dicarikan solusi secepatnya. Sebenarnya kalau melihat kondisi pantai di daerah ini, memiliki potensi sangat luar biasa. Selain akses jalan memadai, letak Kota Bahari sangat strategis demi pengembangan wisata. Namun, guna memajukan sektor ini, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar), harus merangkul investor.

Menurut anggota Komisi II DPRD, H Harun Abdi Manap SH, Senin (21/3) kemarin, hasil Kunker ke Kabupaten Lamongan, ternyata pendapatan dari sektor wisata jadi andalan Rp. 14 M, PAD Rp. 1,4 T atau 10 persen dari PAD. Padahal secara letak dan geografis, Kota Tegal memiliki kesamaan dengan Kabupaten Lamongan. Sebab termasuk wilayah pantai, yang jadi andalan wisata. Sehingga kalau serius, maka Kota Tegal juga mampu meniru Lamongan. “Wisata pantai di sana, dengan model Ancol mini dapat mendongkrak PAD. Semua fasilitas yang ada di Ancol, ternyata ada di Lamongan. Namun tidak dikelola pemerintah sendiri, wisata pantai digarap investor. Pendapatan bersih dari sektor ini, ternyata mencapai Rp. 14 miliar.”

Dijelaskan Harun, agar bisa lebih maksimal, seharusnya Kota Tegal tak hanya mengembangkan tanah milik Pelindo. Tapi pengembangan wisata dikembangkan di tanah milik Pemkot, terutama pantai Muarareja. Namun, supaya tidak membebankan APBD maka pengembangan wisata dengan mengajak investor. Apalagi pantai Muarareja sangat strategis, selain dekat akses Jalan Lingkar Utara (Jalingkut), juga berada di perbatasan dengan Kabupaten Brebes. Kalau jeli, maka banyak hal yang bisa dikembangkan. “Kalau melihat pendapatan dari sektor wisata kami cukup prihatin. Karena hanya sekitar Rp. 1 miliar. Sehingga jika dihitung dari PAD Kota Tegal, yakni Rp. 480 miliar. Maka pendapatan sektor wisata kurang dari 1 persen. Padahal masih banyak potensi yang dapat digali. Kalau Kabupaten Lamongan bisa, kenapa Kota Tegal tidak?”

Ditambahkannya, selama ini sektor pendapatan wisata hanya minoritas. Tapi yang jadi andalan justru pendapatan dari sektor rumah sakit, pasar, dan pajak. Sehingga hasilnya selalu stagnan, berbeda dengan sektor wisata, apabila dikelola maksimal pendapatannya terus bertambah. “Dengan kondisi semacam ini, kami optimis pendapatan sektor wisata Kota Tegal mampu jadi andalan. Asalkan digarap serius, tidak setengah-setengah,” papar Harun mantap.

Di tempat terpisah, Kepala Disporabudpar, Ir HM Wahyudi mengungkapkan, semua hasil Kunker ke Kabupaten Lamongan, terkait pengembangan wisata pantai, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Termasuk melaporkan kepada wali Kota Tegal. Kalau memang memungkinkan, maka Pemkot bakal melakukan tindak lanjut atas hasil Kunker tersebut. Namun selama ini, target pendapatan sektor wisata selalu terpenuhi. Walaupun disbanding Lamongan memang jauh. “Kami akan berupaya melakukan inovasi demi peningkatan wisata. Termasuk melakukan penataan Obyek Wisata PAI (Pantai Alam Indah), demi menarik para calon pengunjung. Namun untuk mengarah Ancol mini seperti di Kabupaten Lamongan, kami rasa perlu kajian lebih mendalam.”

sumber:http://www.radartegal.com/index.php/Kota-Tegal-Miliki-Potensi-Wisata.html

WD Kenalkan Hardisk Eksternal 6TB

Pekerjaan tertentu membutuhkan penyimpanan yang ekstra besar. Itulah mengapa Western Digital (WD) mengenalkan hardisk eksternal berkapasitas 6 TB.

MyBook Studio Edition II merupakan hardisk eksternal dengan dual drive dari WD yang dirancang untuk pekerja kreatif. Kapasitasnya kini mencapai 6 Terabyte (TB).

MyBook Studio Edition II juga punya kemampuan yang diharapkan bisa menggiurkan bagi pengguna Mac. Perangkat ini sudah kompatibel dengan Apple Time Machine.

Untuk mengaksesnya, tersedia empat interface: eSATA, FireWire 800, FireWire 400 dan USB 2.0. Masing-masing punya kelebihan tersendiri, misalnya eSATA atau FireWire 800 cocok untuk kinerja tinggi, sedangkan USB 2.0 mungkin lebih banyak tersedia di berbagai sistem.

Dale Pistilli, vice president marketing, WD branded products group, mengatakan perangkat ini hadir menyambut semakin banyaknya perangkat pengambil gambar dan video berkualitas High Definition.

“Para insan kreatif bisa secara efektif mengambil, mengedit dan menyimpan dengan aman produksi video mereka tanpa perlu mengkompres video mereka atau mengurangi kualitas video tersebut secara keseluruhan kerena terbatasnya ruang yang tersedia,” kata Pistilli.

My Book Studio Edition II 6 TB memiliki perkiraan harga USD 549. Jika dirupiahkan, dengan kurs sekitar Rp 8.700, harganya menjadi sekitar Rp 4,7 juta

sumber:http://www.detikinet.com/read/2011/03/22/182959/1598921/317/wd-kenalkan-hardisk-eksternal-6tb?i991102105

Diluaskan dan Disempitkan Rizki

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Risalah berikut akan sedikit berbicara tentang masalah rizki. Nasehat ini pun tidak perlu jauh-jauh ditujukan pada orang lain. Sebenarnya yang lebih pantas adalah nasehat ini ditujukan pada diri kami sendiri supaya selalu bisa ridho dengan takdir ilahi dalam hal rizki.

Ayat yang patut direnungkan adalah firman Allah Ta’ala,

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (16)

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: “Tuhanku menghinakanku“. (QS. Al Fajr: 15-16)

Penjelasan Para Ulama

Ath Thobari rahimahullah menjelaskan, “Adapun manusia ketika ia diuji oleh Rabbnya dengan diberi nikmat dan kekayaan, yaitu dimuliakan dengan harta dan kemuliaan serta diberi nikmat yang melimpah, ia pun katakan, “Allah benar-benar telah memuliakanku.” Ia pun bergembira dan senang, lantas ia katakan, “Rabbku telah memuliakanku dengan karunia ini.”[1]

Kemudian Ath Thobari rahimahullah menjelaskan, “Adapun manusia jika ia ditimpa musibah oleh Rabbnya dengan disempitkan rizki, yaitu rizkinya tidak begitu banyak, maka ia pun katakan bahwa Rabbnya telah menghinakan atau merendahkannya. Sehingga ia pun tidak bersyukur atas karunia yang Allah berikan berupa keselamatan anggota badan dan rizki berupa nikmat sehat pada jasadnya.”[2]

Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat di atas, “Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala mengingkari orang yang keliru dalam memahami maksud Allah meluaskan rizki. Allah sebenarnya menjadikan hal itu sebagai ujian. Namun dia menyangka dengan luasnya rizki tersebut, itu berarti Allah memuliakannya. Sungguh tidak demikian, sebenarnya itu hanyalah ujian. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لا يَشْعُرُونَ

Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.” (QS. Al Mu’minun: 55-56)

Sebaliknya, jika Allah menyempitkan rizki, ia merasa bahwa Allah menghinangkannya. Sebenarnya tidaklah sebagaimana yang ia sangka. Tidaklah seperti itu sama sekali. Allah memberi rizki itu bisa jadi pada orang yang Dia cintai atau pada yang tidak Dia cintai. Begitu pula Allah menyempitkan rizki pada pada orang yang Dia cintai atau pun tidak.  Sebenarnya yang jadi patokan ketika seseorang dilapangkan dan disempitkan rizki adalah dilihat dari ketaatannya pada Allah dalam dua keadaan tersebut. Jika ia adalah seorang yang berkecukupan, lantas ia bersyukur pada Allah dengan nikmat tersebut, maka inilah yang benar. Begitu pula ketika ia serba kekurangan, ia pun bersabar.”[3]

Antara Mukmin dan Kafir

Sifat yang disebutkan dalam surat ini (Al Fajr ayat 15-16) adalah sifat orang kafir. Maka sudah patut untuk dijauhi oleh seorang muslim.

Al Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Sifat yang disebutkan dalam (Al Fajr ayat 15-16) adalah sifat orang kafir yang tidak beriman pada hari berbangkit. Sesungguhnya kemuliaan yang dianggap orang kafir adalah dilihat pada banyak atau sedikitnya harta. Sedangkan orang muslim, kemuliaan menurutnya adalah dilihat pada ketaatan pada Allah dan bagaimana ia menggunakan segala nikmat untuk tujuan akhirat. Jika Allah memberi rizki baginya di dunia, ia pun memuji Allah dan bersyukur pada-Nya.”[4]

Syukuri dan Bersabar

Pahamilah! Tidak perlu merasa iri hati dengan rizki orang lain. Kita dilapangkan rizki, itu adalah ujian. Kita disempitkan rizki, itu pula ujian. Dilapangkan rizki agar kita diuji apakah termasuk orang yang bersyukur atau tidak. Disempitkan rizki agar kita diuji termasuk orang yang bersabar ataukah tidak. Maka tergantung kita dalam menyikapi rizki yang Allah berikan. Tidak perlu bersedih jika memang kita tidak ditakdirkan mendapatkan rizki sebagaimana saudara kita. Allah tentu saja mengetahui manakah yang terbaik bagi hamba-Nya. Cobalah pula kita perhatikan bahwa rizki dan nikmat bukanlah pada harta saja. Kesehatan badan, nikmat waktu senggang, bahkan yang terbesar dari itu yaitu nikmat hidayah Islam dan Iman, itu pun termasuk nikmat yang patut disyukuri. Semoga bisa jadi renungan berharga.

Ya Allah, karuniakanlah pada kami sebagai orang yang pandai besyukur dan bersabar pada-Mu dalam segala keadaan, susah maupun senang.

Sungguh nikmat diberikan taufik untuk merenungkan Al Qur’an. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

sumber:http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/diluaskan-dan-disempitkan-rizki.html

Di Tegal, 978 Siswa SD Putus Sekolah

Jumlah siswa sekolah dasar di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, yang putus sekolah atau tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan SMP mencapai sekitar 978 siswa. Masalah ekonomi dan kurangnya kesadaran mengenai pendidikan menjadi beberapa penyebab putus sekolah tersebut.

Pungutan seharusnya tebang pilih, kalau perlu anak yang mampu menyubsidi anak yang tidak mampu.
— Dimyati

Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Tegal, Jumat (18/3/2011), jumlah siswa lulus SD pada 2010 sekitar 23.436 orang. Dari jumlah tersebut, jumlah siswa yang melanjutkan ke jenjang SMP sebanyak 24.4 36, terdiri siswa yang melanjutkan ke SMP sebanyak 17.474 orang, ke MTs sebanyak 5.183, dan ke pondok pesantren sebanyak 834 orang. Dengan demikian, sekitar 978 siswa, atau sekitar empat persen siswa tidak melanjutkan jenjang SMP.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Tegal, Waudin mengatakan, meskipun masih mencapai sekitar 978 siswa, jumlah siswa SD yang tidak melanjutkan ke jenjang SMP terus menurun dari tahun ke tahun. Pada 2009, jumlah siswa SD yang tidak melanjutkan ke jenjang SMP sekitar 2.000 orang.

Menurut dia, masih adanya siswa yang tidak memenuhi wajib belajar (Wajar) pendidikan dasar sembilan tahun karena kurangnya kesadaran masyarakat mengenai arti penting pendidikan. Beberapa siswa juga tidak melanjutkan sekolah karena bekerja. Oleh karena itu, dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa pendidikan merupakan kebutuhan pokok.

“Sekolah juga harus menggratiskan biaya bagi siswa miskin agar tetap bisa melanjutkan pendidikan. Tidak boleh anak terhambat sekolah, karena faktor biaya,” katanya.

Siswa yang terpaksa putus dari sekolah formal, lanjut dia, tetap didorong untuk melanjutkan pendidikan melalui Kejar Paket B. Pada 2011, Pemkab Tegal menargetkan siswa SD yang tidak melanjutkan ke SMP kurang dari 500 siswa.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal, Dimyati, mengatakan, dari hasil pantauan dewan pendidikan kebanyakan siswa putus sekolah karena faktor ekonomi. Hal itu karena hingga saat ini masih ada pungutan pendidikan yang mengakibatkan biaya pendidikan mahal.

Pemerintah, lanjutnya, seharusnya konsisten dengan janji sekolah gratis, sehingga tidak ada lagi pungutan di sekolah. Akibat adanya slogan sekolah gratis, masyarakat cenderung apriori untuk membantu biaya pendidikan. Padahal, apabila tidak menarik iuran, sekolah masih kesulitan mengelola pendidikan.

“Pungutan seharusnya tebang pilih, kalau perlu anak yang mampu menyubsidi anak yang tidak mampu,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Wakhidin, mengatakan, untuk mengatasi putus sekolah pemerintah sedang memetakan daerah-daerah yang memiliki angka putus sekolah paling banyak. Setelah diketahui daerah-daerah yang memiliki angka putus sekolah terbanyak itu, barulah dilakukan upaya pengentasan pada daerah-daerah tersebut, seperti halnya upaya pengentasan kemiskinan.

Kisah Sukses Pengusaha Tobong Kapur di Desa Karang Dawa

Sekelumit Tentang Beliau

Bunyamin adalah salah seorang warga asal desa karang dawa kecamatan margasari kabupaten tegal asli daerah tempat tinggal saya beliau sukses menjadi pengusaha tobong/pabrik kapur serta memiliki CV yang bergerak di bidang limbah bekas.

Usaha beliau lumayan besar yaitu mengirim/mensuplai gamping atau kapur di berbagai toko material di berbagai kota di daerah jawa tengah di samping itu beliau memiliki usaha pengolahan limbah bekas yang mempekerjakan banyak karyawan beliau juga mempunyai relasi dengan perusahaan yang ada di Jakarta dalam mengolah limbah tersebut.

Beliau anak terakhir dari lima bersaudara orang tua beliau hanya tamatan SD  keluarga beliau termasuk keluarga mampu dilihat dari pendidikannya rata-rata duduk dibangku kuliah hanya beliau sendiri yang berhenti kuliah karena di dorong keinginan keras untuk meneruskan usaha orang tuanya yang sudah bangkrut.

Beliau pernah kuliah di salah satu PTS di purwokerto tetapi hanya sampai semester 4 beliau keluar karena di dorong keinginan yang besar untuk merintis sebuah usaha tobong kapur didalam keseharianya sangat biasa-biasa saja walaupun dulu tergolong anak muda yang nakal tetapi semua itu berubah ketika menikah dan memulai usahanya.

Perjalanan Usaha

Usaha beliau berawal tobong kapur dari usaha orang tua yang sudah menjalaninya selama bertahun-tahun tetapi diakhir tahun1998 pada masa pergantian orde lama ke orde baru usaha orang tuanya mengalami kebangrutan karena modalnya sudah tidak ada padahal beliau sendiri pada waktu itu masih kuliah di suatu PTS di purwokerto dari situ beliau melihat kondisi keluarga yang sudah tidak mampu membiayai kuliahnya akhirnya memutuskan untuk berhenti kuliah dan mencoba meneruskan usaha punya orang tuanya.

Setelah berhenti kuliah, beliau mencari modal untuk memulai usahanya dengan cara hutang di bank hanya berbekal keberanian, keinginan dan semangat yang tinggi.Namun dalam usaha yang di kelola masih mengalami jatuh bangun semua itu beliau jalani beberapa tahun kendalanya adalah adanya penolakan dari beberapa toko material yang tidak menerima tetapi beliau tetap berusaha dan bekerja keras memasuki tahun 2005 usahanya sudah mulai nampak kelihatan dengan adanya beberapa toko material yang mau di suplai kapur atau gamping dari usaha yang dimilikinya.

Selain usaha tobong kapur/gamping beliau mengelola sebuah CV yang bergerak di bidang limbah yang mempekerjakan banyak karyawan dari usaha tersebut mempunyai banyak relasi dan menjalin kerja sama dengan perusahaan yang ada di Jakarta. dalam mengurus CV beliau di bantu oleh saudaranya karena kesibukan dalam mengurusnya sampai sekarang usaha beliau masih berjalan dan mengalami kemajuan.

Dari usaha tersebut beliau sudah bisa hidup mandiri disamping untuk membiayai hidup ketiga anak dan istrinya nya beliau bahkan tetap memberikan uang bulanan untuk orang tuanya.

Kesimpulan

Melihat kisah diatas dapat disimpulkan bahwa dalam memulai sesuatu baik itu belajar atau usaha harus mempunyai semangat dan keinginan yang tinggi serta kerja keras yang begitu besar untuk memperolehnya.

Untuk memperoleh kesuksesan tidak mudah kadang diawali dengan kegagalan terlebih dahulu tetapi dari semua kegagalan tersebut dapat diambil pelajaran untuk mengintropeksi diri kita sehingga memacu kita untuk lebih baik untuk kedepanya bias di lihat sendiri dari perjalanan bapak suharto.

Di samping itu ukuran kesuksesan bukan dilihat dari status seseorang apakah dia kuliah atau cuma lulusan SD,SMP atau SMA tapi berdasarkan semangat dan keyakinan yang tinggi di sertai usaha yang keras tidak mudah putus asa.